w

Wijaya Kusuma

Instruktur 4x4 

 

 

 

 

 

 BACK TO HOME

 

 
 

Belajar nyupir sejak kelas 6 SD di Kalimantan (Pontianak) tahun 1976, bahkan sewaktu kaki belum nyampe kepedal gas dan rem sehingga nyupirnya musti berdua.  Satu injek kopling dan saya nginjek Gas, wal hasil akhirnya udah pasti tuh mobil buat belajar bonyok karena antara gas dan rem nggak kompak. AKhirnya kepala saya disuing sama orang tua dan disetrap.

Perkenalan dengan dunia otomotif dimulai saat memasuki bangku SMP, pernah nyoba motocross tapi dasar nggak bakat, baru coba-coba ikutan pertandingan sekali tahun 1979 di Pulomas (pacuan kuda) udah nyusruk. Tahun 1979 patah tangan kiri. AKhirnya motocross cuma jadi impian aja nggak diterusin. Kemudian coba-coba speed rally tahun 1982 dengan menggunakan honda civic tua namun biayanya gede akhirnya ya udah di stop karena dimarahin ortu. Nyoba lagi tahun 1984 jaman masuk kuliah, waktu itu lagi rame-ramenya event Cibubur areal pramuka yang disulap jadi Special Stage.  Pake Nissan B-310 beberapa kali dan Toyota Kijang dicoba ganti engine dengan 2TG weleh ikutan rally, malah keterusan sampe-sampe bikin bengkel dikalimalang isinya cuma buat parkir taxi (buat modalin rally) sama mobil rally donk. Sempet bikin mobil buat slalom basicnya carry pick up. Tapi memang ternyata hanya menghabiskan duit dan nggak bisa mendatangkan uang dan saking semangatnya ikutan ginian sampe nggak kerasa urusan bisnis berantakan dan akhirnya bengkel bangkrut karena kecolongan.

Pernah diajakin sama Andi Barata ikutan off-road di Sentul tahun 1989 tapi dasar waktu itu nggak cinta off-road dan mikir ngapain sih balapan kok becek2an. Akhirnya sudah off-road ditinggalin.

Kembali kedunia off-road saat bekerja di PERTAMINA dimana saya harus keluar kota sebagai team advance untuk urusan persiapan lokasi pemboran. Jalan nggak ada yang ada jalan setapak, paksain pake kijang sampe pernah per mobil patah. AKhirnya mikir kenapa nggak beli JIP aja. Trus diputuskanlah beli Sierra. Tapi pikir-pikir sayang juga cuma untuk urusan kerjaan doank kenapa nggak coba untuk off-road sekalian. Awalnya tahun 1990 ada event HCCI di Bromo nggak berani ikutan kompetisi he he he belum siap mental. Padahal tahun itu mobil udah pake winch dan ban JS. AKhirnya mobil dibawa cuma buat nonton doank, Event ke II HCCI tahun 1991  masih belum berani juga akhirnya cuma jadi back up car. Tapi kok semua rintangan bisa dilewati, akhirnya tahun 1992 ikut Ujung Jaya Pertama dan juga nekad ikutan event Valentine Off-road di Sadawarna tahu coel, Subang yang dibikin Maung Bandung. Pertama ikutan langsung juara II team barengan sama Andre Kusumanto ABG Almarhum (pernah jadi reporter majalah JIP dan Otosport), Rudhanton leader kita dan merupakan ketua JAC (Jimny Automotive Club) dan off-roadernya SSI dan Tommy Ernawan. Beberapa kali jadi navigator James Sanger. Juga selalu ikutan Offroad Racing Puspita, walaupun memang saat itu belum sampai juara umum I. Yang mengharukan tahun 1994 team kita tidak disokong lagi sama SSI akhirya cari sponsor sendiri yakni Kratingdaeng dan Falken, trus ikutan event Tranka Bali eh malah juara II Team Umum. Akhirnya keterusan sampe sekarang, nyoba pula off-road racing tapi nggak diterusin karena kegiatannya juga sudah mulai berkurang dan yang jelas nggak punya uang.

Hobby lain diantaranya petualangan outdoor, seperti rafting, Saya sudah pernah coba ikut rafting di Sungai Alas - Aceh, Sungai Wampu - Bukit Lawang, Lau Biang - Sibayak, Citarik, Citatih - Sukabumi, Sungai Ayung - Bali. Travelling juga salah satu kegiatan disela-sela kesibukan, perjalanan yang pernah dilakukan diantaranya ke Timor Lorosae, Lombok, Seluruh Propinsi Sumatera dan Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya dan Jawa tentunya. Juga menjelajahi daerah yang belum pernah dijamah diantaranya exploring china dari Shanghai, Hongkong, Taiwan, Malaysia, Thailand, SIngapore, Korea. Belahan bumi bagian barat justru belum karena nggak punya duit.

Dari hobby off-road, bongkar mobil, travelling tersebutlah tercetus ide untuk memberikan pelatihan utamanya yang kaitannya dengan 4X4 dan motocross. Piters, Yuma, Aji dan Saya sepakat untuk mendirikan pelatihan safety driving dengan nama ORD Training Center. Alhamdullilah walaupun lambat ada aja kesempatan untuk saling berbagi ilmu dengan sesama teman melalui wadah ini. 

ilmu safety didalami dengan mengikuti beberapa pelatihan yang diselenggarakan diantaranya oleh Indonesia Offroad Federation, Forklift Safety - Jarry Mack Cormmick/Creative1 - Australia, NHSTA, OHSA.

Kami terus belajar mengasah ilmu mengenai SAFETY driving dan HSE information dari MSF,DOT, Texas Driving institute sehingga pelatihan juga dibekali teori yang cukup kuat. Disamping itu hampir semua trainier ORD termasuk saya mempunyai certificate technical instructor dari IOF.

 

 

Kegiatan saat ini adalah usaha motor di http://www.downeysdirtbikes.com  kemudian mengelola milis offroad indonesiaoffroad@yahoogroups.com dan http://indonesiaoffroad.fotopic

  

Copyright © ORDTRAININGCENTER 2002