|
Kiprah Yuma di medan off-road
di Indonesia sama dengan cerita off-road di Indonesia itu sendiri.
Awal keterlibatan Yuma akan kegemaran off-road bermula karena
pekerjaan orang tua dan juga karena ayahanda Yuma juga pemilik salah
satu perkebunan. Mereka jalan-jalan memakai kendaraan milik bapaknya
.Off-road di Indonesia itu sendiri ”Mulai berkembang ketika
Tantyo Soedharmono, putra mantan Wakil Presiden Soedharmono mendirikan
Hill Climbing Club Indonesia (HCCI) pada tahun 1989,” ujar Yuma
Wiranatakusumah,
Ketika klub itu pertama kali mengadakan kegiatan dengan iring-iringan
lebih dari 20 jeep, uniknya, peserta hanya bermodal mobil dan badan.
Makan dan bensin gratis, hotel pun ditanggung. ”Kita kasarnya waktu
itu menemani anak Wapres. Orang kantornya ikut semua. Ada sekitar 20
mobil jeep yang ikut.”
Ternyata sehabis itu peminatnya banyak sebab memang belum ada wadah.
Tahun 1990-an aktivitas off-road meningkat pesat. Mulailah disusun
kegiatan rutin bertualang dengan jeep.
Di daerah pun tumbuh perkumpulan serupa. Karena berpotensi
mendatangkan sponsor, IMI membentuk komisi off-road yang dipegang oleh
para off-roader. Tapi lama-kelamaan IMI mengganti dengan personal reli.
”Sebelumnya gue udah mundur dulu dari IMI,” ujar Yuma.
Menurut Yuma lagi, anak-anak jadi bingung karena tak ada wadah lagi
yang bisa menampung aspirasinya. Mereka tak bisa menerima IMI lagi
karena kebiasaan dalam reli diterapkan dalam off-road. Akhirnya
dibentuk Indonesia Off-road Federation (IOF) tahun 2000. Kelahirannya
ini semula dianggap akan menyaingi organisasi induk otomotif itu,
padahal tidak.
Bahwa kini berkembang operator off-road yang menjaring pemula dan
keluarga untuk menikmati alam dari mobil, Yuma mendukung. Kegiatan ini
mendidik mereka untuk mengetahui bagaimana berkendaraan dengan aman
walau mereka cuma sebagai penumpang. Bahkan Yuma ingin mereka diberi
semacam sertifikat yang menerangkan mereka pernah ikut. Pada kesertaan
berikutnya mereka boleh sebagai navigator. Jika selesai, mereka
mendapat sertifikat lulus sebagai navigator. Setingkat lagi mereka
barulah bisa jadi driver.
”Tapi untuk itu perlu kendaran khusus yang dananya mungkin besar.
Ini prospectfull. Orang yang gue kasih tahu pada takut tuh. Di luar
negeri kegiatan ini mendatangkan uang. Mungkin di sini peminatnya rada
aneh. Kalau lagi sedikit, sedikit sekali. Kalau lagi banyak, banyak
banget,” ujarnya. (disadur dari Sinar Harapan/Gatot).
Yuma sekarang tinggal di Jalan Bango II No. 16 Phone 7660905.
Copyright © ORDTRAININGCENTER
2002
|